Ketika seorang calon pembeli berada di toko Anda, ada 2 alasan mengapa dia akhirnya membeli produk yang Anda jual. Yang pertama, karena dia memang sudah merencanakan untuk membeli produk tersebut. Mungkin, dia sudah mencari informasi mengenai produk dari internet atau dengan bertanya ke temannya yang lebih berpengalaman. Setelah mendapat informasi produk secara lengkap, si calon konsumen datang ke toko dan membeli produk tersebut. Yang kedua, calon konsumen datang ke toko tanpa rencana mau membeli apa. Kemudian, dia melihat produk dengan harga diskon dan sangat tertarik dengannya. Jika si konsumen akhirnya membeli produk karena ingin memanfaatkan harga diskon, kejadian inilah yang disebut dengan impulse buying.

Impulse buying adalah kondisi yang memicu terjadinya “unplanned purchase” atau pembelian yang tidak direncanakan. Perilaku pembelian secara emosional ini sangat mungkin terjadi, karena sebagian besar konsumen melakukan pembelian karena pengaruh persaan. Gerald Zaltman (dalam “How Customers Think”) mengatakan bahwa 95 persen keputusan pembelian suatu produk lebih didasarkan pada perasaan (feeling) dibandingkan pikiran (thought) yang hanya menempati porsi 5 persen.

Perilaku impulse buying, bisa terjadi dalam 3 kondisi:
1. Pure impulse buying, yaitu konsumen membeli produk setelah ia melihat produk yang dipajang di toko tanpa perencanaan sebelumnya. Produk tersebut biasanya dipajang secara mencolok di bagian yang mudah terlihat oleh pengunjung toko. Kemungkinan pure impulse buying semakin besar jika produk dijual dengan potongan harga atau diskon.
2. Reminder impulse buying , yaitu konsumen membeli produk yang dipajang di toko karena ia ingat pernah melihat iklan produk tersebut atau pernah mendengar cerita tentang produk tersebut dari orang lain.
3. Suggested impulse buying yaitu konsumen membeli produk setelah membaca brosur atau leaflet yang menyertai produk. Pembelian juga bisa terjadi karena saran atau informasi produk yang disampaikan oleh karyawan toko atau SPG (Sales Promotion Girls.)

Memanfaatkan perilaku “impulse buying”

Bagi pemasar, perilaku “impulse buying” merupakan sesuatu yang sangat menguntungkan. Konsumen yang tertarik secara emosional, biasanya tidak melibatkan rasionalitas dalam keputusan pembelian produk. Kadang, konsumen menggunakan alasan rasional hanya untuk membenarkan keputusannya itu. Secara sederhana, konsumen sebenarnya membeli berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan.

Menurut ACNielsen, sebanyak 85% pembelian di pasar modern terjadi tanpa rencana. Hanya 15% sisanya yang “berdisiplin” untuk berbelanja sesuai dengan daftar belanjaan mereka. Keberadaan impulse buying adalah peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk baru. Melalui komunikasi yang efektif di dalam toko dan program promosi, hal ini akan mempromosi, hal ini akan mempengaruhi pilihan merek yang dibeli konsumen dan mendorong untuk belanja lebih banyak.

Tapi, satu hal yang perlu Anda cermati, “impulse buying” harus diimbangi dengan kualitas produk yang bagus. Biasanya, setelah membeli dengan impulse buying, konsumen akan memperhitungkan dengan cermat produk yang dia beli. Jika akhirnya produk tersebut tidak memenuhi harapan konsumen, maka hal tersebut bisa menciptakan kesan buruk dalam benak konsumen. Hal ini akan merugikan, karena konsumen tersebut tidak akan melakukan pembelian ulang di toko Anda. Jadi, bijaklah dalam memanfaatkan impulse buying di toko Anda…

sumber : http://jualabiz.blogspot.com/2011/01/pemasar-manfaatkan-perilaku-impulse.html

Salah satu rahasia bagi seorang pemasar yang belum terungkap hingga saat ini adalah keinginan konsumen. Produk seperti apa yang mereka suka, apa yang tidak mereka sukai dari produk kita, berapa harga yang mereka harapkan dan banyak rahasia lain yang tersimpan rapat di benak mereka. Berikut ini beberapa hal yang bisa sedikit menguak tentang keinginan konsumen yang perlu Anda ketahui.

1. Kebanyakan orang menyukai kejutan, karena akan menciptakan perubahan pada rutinitas kehidupan mereka. Jadi, pastikan ada kejutan istimewa untuk pemesanan produk Anda.
2. Kebanyakan orang, ingin hidup lebih mudah. Jadi, sederhanakan cara pemesanan dan cara menggunakan produk Anda.
3. Kebanyakan orang menginginkan rasa aman. Beritahu konsumen, bahwa Anda memiliki sistem pemesanan yang aman dan terjamin.
4. Kebanyakan orang menyukai pujian terhadap prestasinya. Ucapkan sedikit pujian kepada calon konsumen Anda.
5. Kebanyakan orang, penasaran dengan hal yang akan merubah gaya hidupnya. Gunakan kata-kata yang membuat pembaca iklan Anda penasaran.
6. Kebanyakan orang, ingin berinventasi untuk masa depannya. Lebih baik menulis “ Investasikan uang Anda dengan produk ini…“ daripada “ Beli produk kami…”.
7. Kebanyakan orang menginginkan produk atau model terkini. Jelaskan kepada pembaca, bahwa produk Anda adalah produk terbaru di saat ini.
8. Setiap orang, pasti ingin mengatasi permasalahannya. Tuliskan masalah mereka dan tunjukkan bagaimana produk Anda bisa menyelesaikan masalah tersebut.
9. Kebanyakan orang, ingin membahagiakan orang di sekelilingnya. Tunjukkan bagaimana mereka akan membahagiakan orang di sekelilingnya dengan membeli produk Anda.
10. Kebanyakan orang, ingin mengatasi penghalang dalam mencapai tujuan hidupnya. Tunjukkan apa saja yang bisa mereka raih dengan produk Anda.

sumber : http://jualabiz.blogspot.com/2008/05/10-pendekatan-psikologis-untuk-menarik.html

Dalam menjalankan bisnis toko kelontongan ada beberapa kendala yang sering timbul dan sangat meresahkan sang pemilik toko. pada artikel ini penulis menuliskan beberapa kendala yang sering mengganggu toko kelontong. Ok mari kita lihat beberapa kendala tersebut :

1. Hutang Macet

Jika jumlahnya kecil mungkin tidak mengapa, tetapi kalau jumlahnya sudah besar maka ini akan menjadi kendala dalam kelancaran roda bisnis toko kelontong. karena dengan banyak/besarnya hutang macet maka akan membuat toko mengalami kesulitan dalam melakukan pengadan barang dagangan serta pengembangan. beberapa tips untuk menghindari hutang macet dari konsumen adalah :

- berikan batas maximal jika ada konsumen yang mau berhutang.
- buatlah perjanjian batas waktu untuk membayar.
- jangan sungkan untuk menagih jika telah sampai batas waktu.
- jangan memberi hutang pada orang yang kurang dikenal atau tempat tinggalnya tidak kita  ketahui.
- jangan memberi pada orang yang tidak mempunyai pendapatan tetap.
- jangan memberi hutang pada orang yang mengontrak, jika terpaksa jangan terlalu banyak.

2. Barang Kadarluarsa

Kendala yang kedua adalah barang kadarluarsa, ini akan membuat konsumen enggan untuk membeli pada toko kita dikemudian hari jika mereka mengetahui barang kita banyak yang kadarluarsa. beberapa tips untuk menghindari kendala ini adalah :

- Selalu cek tgl kadarluarsa saat membeli barang pada agen
- Jangan sungkan untuk mengembalikan barang pada agen jika ternyata sudah mendekati tgl kadarluarsa.
- Jangan membeli/menyetok barang terlalu banyak untuk jenis barang yang jarang laku.

3. Barang Tidak Laku

Sering kali kita terjebak untuk melengkapi semua jenis barang agar kelihatan toko kita lengkap, hal ini tidak salah, tetapi mempunyai resiko membuat barang tidak laku dalam waktu yang lama, bahkan lebih parahnya lagi barang dapat rusak. beberapa tips untuk menghindari kendala ini adalah :

- Jangan membeli/menyetok barang terlalu banyak untuk jenis barang yang merknya tidak di kenal dan jarang laku.
- Jika memungkinkan lakukan pembelian secara konsiyasi untuk barang yang kurang dikenal, hal ini agar barang dapat dikembalikan ke agen apabila barang tidak laku dalam wakt yang lama.
- Lakukan kerjasama antara beberapa toko kelontong yang ada di sekitar kita, sehingga jika ada barang yang kurang laku di toko kita dapat kita pindahkan ke toko rekanan, mungkin untuk jenis barang tersebut, cukup laku di toko rekanan tersebut.
- Beli dan pakai sendiri untuk barang yang tidak laku tersebut, agar tidak mempengaruhi keuangan toko.

4. Barang Rusak

Nah untuk kendala yang satu ini, akan sangat merugikan karena barangnya tidak dapat kita gunakan atau konsumsi sendiri, beberapa tips untuk menghindari kendala ini adalah :

- Jangan membeli/menyetok barang terlalu banyak untuk jenis barang yang cepat rusak.
- Sering melakukan pengecekan barang, sehingga sblm barang tersebut rusak kita sudah dapat mengantisipasinya, minimal seminggu sekali.
- Jual dengan harga modal atau setengah harga jika masih memungkinkan ada konsumen yang dapat memanfaatkan barang rusak tersebut. setidaknya hal ini memperkecil kerugian yang di alami toko.

5. Pencurian Barang

Tidak ada seorangpun yang suka kalau barangnya dicuri, nah untuk menghindari hal tersebut ada beberapa tips yang dapat dilakukan.

- Selalu waspada dan jeli terhadap kegiatan konsumen selama berada di dalam toko kita.
- Beri kaca yang menghadap ke konsumen agar kita dapat mengawasi kegiatan konsumen dalam toko kita.
- Jika memungkinkan pasang CCTV untuk mengawasi kegiatan konsumen di dalam toko kita.

6. Uang Palsu

Selain tindak pencurian, uang palsu ini akan sangat merugikan toko jika kita tanpa sadar menerima pembelian dengan uang palsu. selalulah lakukan hal berikut untuk menghindari pembelian dengan uang palsu.

- Selalu cek uang yang diberikan konsumen dengan metode 3D (diraba, dilihat dan ditrawang)
- Wasapadalah kepada pembeli dari jalan yang menggunakan kendaraan dan ingin cepat-cepat, biasanya hanya membeli rokok atau semisal barang yang kecil. cek dengan seksama uang yang diberikan dikhawatirkan mereka memberikan uang palsu.
- Selalu buka lembaran uang kertas secara penuh, jika kita menerima uang dari konsumen dalam bentuk lipatan, bukan saja khawatir uang palsu tetapi dapat pula uang sobek yang diberikan kepada kita.

7. Pemalakan dari Preman

Hal ini sering terjadi di daerah yang kurang baik tingkat keamanannya. untuk mengurangi tingkat pemalakan dapat dilakukan dengan cara :

- Berteman dan ambil hati kepala preman yang ada dilingkungan toko, sehingga kita mendapat perlindungan jika ada preman-preman tanggung yang melakukan pemalakan.
- Jika langkah di atas tidak memungkinkan, mintalah perlindungan hukum dari pihak kepolisian untuk keamanan toko kita

8. Tikus

Ya hewan yang satu ini sangatlah merusak barang dagangan toko kelontoong, bukan hanya dari jenis makanan yang bukan jenis makananpun disikat oleh hewan ini, tips untuk menghindari tikus pada toko kita antara lain :

- Peliharalah kucing untuk menakuti tikus agar tidak berani untuk memakan barang dagangan kita
- Siapkan perangkap tikus
- Jaga kebersihan toko

9. Lalat

Kendala terakhir adalah lalat, ya hewan satu ini sangatlah mengganggu keberadaannya di toko kita, selain membawa penyakit hewan ini membawa kesan jorok pada toko kita, untuk mengatasi hewan ini dapat dilakukan beberapa cara antara lain :

- Jaga kebersihan toko dengan sering menyapu dan mengepell lantai toko.
- Buang jauh-jauh sampah toko, khususnya sampah basah.
- Simpan pada tempat tertutup barang dagangan yang mengundang lalat seperti gula merah, ikan asin, dll.
- Berikan pewangi ruangan untuk toko kita.

Ok, sampai di sini dulu informasi tentang beberapa kendala dalam menjalankan bisnis kelontongan, sampai jumpa pada postingan berikutnya.

Warung kelontong mungkin salah satu bisnis paling diminati masyarakat.  Rata-rata mereka menerjuni bisnis ini dengan alasan tidak perlu ketrampilan tinggi, mereka beranggapan bahwa bisnis ini hanya perlu melakukan pekerjaan belanja barang/kulak-an, menata barang, duduk menunggu pembeli, pasang harga jual diatas harga beli, sederhana sekali.  Begitu pikir mereka.
Namun apakah sesederhana itu?  Kalau cuma sesederhana itu, mengapa banyak warung kelontong baru yang tumbuh, belum  sempat berkembang, langsung layu.  Anehnya pula, masih banyak warung baru tumbuh, bahkan  yang baru lebih banyak dari yang bangkrut tersebut.  Kalau kenyataannya demikian, tentu ada yang salah akan anggapan di atas.
Dalam kenyataan, tidak sedikit suatu warung terlihat bertambah besar, barang dagangannya bertambah banyak.  Dari luar terlihat seakan warung tersebut berkembang, namun perkembangannya semu, sebenarnya tidak efisien.  Banyak warung yang terlihat besar, dengan nilai barang dagangan 75 – 100 juta, tapi omsetnya hanya 500 ribu – satu juta perhari.  Sangat tidak efisien jika dibandingkan dengan para pebisnis sayuran di pasar, dengan berangkat ke pasar bermodal 500 ribu, pulang bisa membawa uang satu juta rupiah, untungnya 100% perhari, . . .dahsyat.
Melihat kasus warung di atas, menunjukkan bahwa besarnya warung, bertambah banyaknya barang dagangan, tidak menjamin sehatnya suatu usaha.  Jangan-jangan pemiliknya tidak faham tentang karakter bisnis warung kelontong, atau tidak mampu menjual, dan tidak memahami barang apa yang dibutuhkan lingkungannya, sehingga menyediakan barang yang bukan kebutuhan prospek calon pembelinya. Mereka mengambil kesimpulan yang masih perlu diluruskan, pembeli sepi karena barang dagangannya kurang komplit.  Akhirnya mereka mencari modal tambahan entah dari bawah kasur atau bahkan berani mengajukan pinjaman, hanya untuk melengkapi jenis barang hasil pengambilan kesimpulan yang gegabah di atas. Akhirnya barang dagangan tambah banyak, bukannya tambah maju, malah tambah kedodoran, kualitas barang berdebu atau ketinggalan jaman.  Semakin menggenapi penyebab kebangkrutannya.
Jika kita perhatikan beberapa penyebab bertambahnya tumpukan stok barang dagangan yang dimiliki para wirausahawan warung kelontong, selain untuk melengkapi (komplitnya) barang yang ditawarkan, juga disebabkan ketidak mampuannya menangkap segmen pasar pelanggannya, ketidakmampuannya menangkap siklus perdagangan suatu produk dan mengulang kembali yang ternyata telah terbukti laris dan ingin mengulanginya.  Jika ini yang terjadi, maka benar bahwa usahanya tidak akan pernah efisien.  Kondisi ini akan diperparah lagi, jika didorong oleh para pemasar produk perbankan yang beranggapan, kalau suatu toko stok barangnya banyak, maka warung tersebut besar sehingga layak diberi pinjaman.
Apabila menemukan nasabah yang demikian apa yang harus kita lakukan? Upaya apa yang harus kita sarankan agar usahanya menjadi lebih sehat, pendapatan dan untungnya bertambah, plafon kreditnyapun bisa dinaikkan.
Keberhasilan  usaha toko kelontong akan dipengaruhi oleh jumlah pembeli/pelanggan yang datang yang dipengaruhi oleh pemahaman terhadap segmen pelanggannya, nilai belanja setiap pelanggan, persediaan barang, pemajangan , kewiraniagaan pegawai/wirausahawannya, pemilahan keuangannya serta jejaring/network antar wirausaha toko kelontong.
Pemahaman karakter pelanggan. Mari kita lihat catatan atau kita ingat kebiasaan para pelanggan kita dalam membeli produk yang kita tawarkan, apa dasar yang digunakan pelanggan kita untuk menentukan membeli suatu produk, apakah karena  merk, kualitas barang, harga, hadiah, besar kemasan yang tersedia, bungkus kecil atau besar, atau ada faktor lain bahkan kombinasinya.  Jika karakter pelanggan telah ditangkap, atur kembali persediaan sesuai dengan yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan tersebut. Persediaan yang telah terlanjur diadakan dan ternyata lambat penjualannya atau sedikit peminatnya harus segera dikeluarkan tukar atau lemparkan ke rekanan toko yang memiliki karakter yang cocok dengan produk yang berlebih tersebut, hal ini sangat penting agar modal tidak berhenti, serta menghindari resiko rusak, ketinggalan jaman dan kadaluarsa.  Kunci berjalannya strategi ini adalah kemampuan membangun jaringan dengan wirausahawan sejenis.   Dengan demikian persediaan tidak asal lengkap tetapi sesuai dengan kebutuhan  segmen  yang menjadi target pasarnya.
Kita perlu ingat bahwa pembeli/pelanggan tidak datang dengan sendirinya . Jumlah pembeli/pelanggan; sangat dipengaruhi oleh upaya kita menarik mereka, dengan program promosi, bentuk promosi yang tepat.  Ingat, tidak semua konsumen senang dengan program diskon, ada kelompok konsumen yang malu datang ke toko yang program promosinya dengan diskon dan ditulis besar-besaran dalam spanduk, ada kelompok pelanggan yang melihat harga murah mencerminkan kualitas rendah.  Kelompok mana pelanggan kita, karakter dan kebiasaan mereka bisa kita tangkap pada saat  mereka belanja.     wilayah penyebaran iklan/brosur sesuai dengan pasar potensial yang sesuai dengan karakter produk kita.  Program keberulangan membeli akan lebih manjanjikan keberlangsungan usaha dari pada sekedar diskon/potongan harga, beli sepuluh (kali) gratis 1 kali, untuk aqua atau gas misalnya.
Calon pembeli/pelanggan yang telah kita upayakan untuk datang dengan promosi jangan tidak dioptimalkan nilai/jumlah pembeliannya.  Untuk itu kepiawaian para petugas yang melayani harus ditingkatkan kemampuan kewiraniagaannya.  Keramahan, pengetahuan produk dan menjual dengan mengingatkan dan mengusulkan.  Untuk itu perlu dibuat target rataan jumlah/nilai belanja setiap pembeli/pelanggan, dan diupayakan naik dari bulan ke bulan.
Jumlah pembelian para pelanggan juga sangat dipengaruhi oleh cara pemajangan barang dagangan.  Buat 3 (tiga)  zona pemajangan, zona atas, zona tengah dan bawah,  zona tengah untuk memajang barang dagangan yang memiliki margin keuntungan yang besar,  atau yang harus cepat terjual.  Zona ini mudah terlihat sehingga mudah menarik minat untuk membeli.  Jangan memajang barang dibeberapa tempat, jika ini terjadi, maka apabila penjaga toko yang biasa bertugas berhalangan datang, bisa berakibat turunnya omset.
Agar usaha bisa berjalan langgeng dan semakin meningkat, maka usaha perlu dijaga dengan memelihara pelanggan untuk tetap loyal,  karyawan supaya betah, dan pemasokpun bersemangat menyediakan barang.

Sumber : http://sutierahyono.blogspot.com/2011/02/menyehatkan-bisnis-warung-kelontong.html

Jika Anda berniat untuk membuka usaha toko kelontongan, atau usaha perdagangan. Mungkin artikel berikut ini akan menambah wawasan bagi Anda. Artikel ini memuat informasi tips sukses mendirikan dan mengolah toko kelontongan akan tetapi kiat-kiat yang ada di dalam artikel ini tidak menutup kemungkinan untuk dapat diterapkan pada jenis usaha yang lain, So silahkan untuk diterapkan dan di kembangkan sesuai dengan kondisi dan jenis usaha yang Anda dirikan dan kelola.

Baiklah, berikut kiat-kiat untuk sukses mendirikan dan mengolah toko kelontong.

1. Pilihlah lokasi yang strategis

Lokasi yang strategis, ya benar sekali inilah kiat pertama dan utama untuk menedirikan toko kelontong agar toko yang kita buka nantinya dapat maju dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan. berikut beberapa tips menentukan lokasi yang strategi untuk membuka usaha toko kelontong

- Usahakan lokasi tempat kita membuka toko merupakan lokasi yang padat penduduk, hal ini penting karena barang yang akan kita jual merupakan barang kebutuhan sehari-hari.
- Usahakan pilih lokasi yang mempunyai tingkat pendapatan yang memadai, ini bertujuan agar proses perdagangan kita dapat berjalan lancar tidak tersendat oleh hutang para konsumen dikarenakan tingkat pendapatan yang kecil dari masyarakat sekitar.
- Usahakan memilih lokasi dipinggir jalan utama, dan posisi toko yang akan dibuka toko kelontong berada di sebelah kiri pengendara kendaraan saat arah pulang, hal ini untuk mempermudah orang untuk mampir membeli barang dari toko kita.
- Usahakan lokasi toko yang akan dibuka toko kelontong mempunyai lahan parkir yang memadai, ini perlu dengan adanya lahan parkir akan membuat konsumen kita nyaman dalam berbelanja di toko kita.
- Usahakan lokasi toko mudah dilihat dari kejauhan.
- Usahakan lokasi toko jangan berada di jalur cepat kendaraan, seperti pada turunan jalan, atau tanjakan jalan.
- Usahakan lokasi toko mempunyai tingkat keamanan yang baik, jangan sampai setelah toko kita buka malah di datangi oleh para preman untuk meminta jatah pada toko kita.
- Usahakan memilih lokasi toko yang tingkat kompetisinya rendah, apabila sudah ada 4 toko kelontong di lokasi tersebut, sebaiknya kita tidak usah membuka di daerah tersebut.

2. Tata letak toko dan barang dagangan

Buatlah tataletak toko dan barang dagangan agar mudah dilihat oleh konsumen, karena konsumen akan tertarik membeli apabila barang yang akan dibelinya terlihat dan dapat mereka pilih. saran yang baik susunlah barang dagangan kita menyerupai cara display barang pada minimarket, sehingga konsumen dapat memilih dan bebas menentukan barang apa yang akan mereka beli. Tidak jarang dengan cara memajang seperti ini konsumen sering membeli barang yang tidak direncanakannya dan ini akan meningkatkan omset dari toko kita.

3. Buatlah harga yang bersaing

Buatlah harga yang bersaing atas toko-toko sejenis yang ada disekitar kita, jangan mematok harga yang tinggi dari pesaing, hal ini mengakibatkan konsumen enggan membeli di tempat kita karena di cap toko kita mahal. atau sebaliknyamenentukan harga yang terlalu rendah dari pesaing, karena ini akan mengakibatkan laba kita menjadi sedikit, dikhawatirkan malah impas saja dengan biaya operational toko.

4. Berikan pelayanan yang terbaik

Tidak ada satu orangpun yang suka dilayani dengan kasar dan tidak baik saat membeli sesuatu barang, baik itu konsumen, Anda dan Saya. semua orang mau di hargai dan di anggap penting. oleh karena itu berikanlah pelayanan terbaik kita untuk konsumen yang berbelanja pada toko kita,

5. Jangan bedakan harga barang untuk jumlah yang sama terhadap konsumen

Apakah Anda suka jika anda membeli semisal sabun mandi dengan harga Rp. 3.000,- kemudian Anda tahu bahwa tetangga Anda membeli sabun mandi yang sama dan pada toko sama dengan seharga  Rp. 2.500. jika jawaban Anda adalah tidak suka, maka sama halnya dengan konsumen toko kita. mereka tidak mau dibedakan atas harga dan pelayanan, usahakan berikanlah harga dan pelayanan yang sama pada setiap konsumen.

6. Berikan nilai tambah

Salah satu cara untuk meningkatkan penjualan toko kelontong kita adalah memberikan nilai tambah pada apa yang kita tawarkan. nilai tambah dapat berupa bonus hadiah jika konsumen membeli dengan nilai nominal tertentu. atau dapat pula memberikan point reward kepada konsumen yang dapat ditukarkan hadiah, atau mungkin dapat pula memberikan layanan pengantaran baranng ke rumah konsumen.

7. Jadilah Beda

Biasanya toko kelontong akan sering didatangi oleh konsumen apabila toko tersebut telah terkenal dan telah lama berdiri. Nah apabila kita ingin menarik konsumen agar mau membeli pada toko kita, maka jadilah beda dari toko yang sejenis, karena dengan berbeda akan membuat toko kita dilihat unik dan mengundang rasa penasaran calon konsumen untuk membeli di tempat kita. beberapa contoh agar toko kita kelihatan berbeda antara lain adalah :

- Jika toko lain jam operationalnya sampai pukul 21:00 maka kita bisa berbeda dengan jam operational 24 Jam sehari atau paling tidak lebih malam dari toko lain.
- Jika pada toko lain konsumen perlu bertanya perihal harga barang yang akan dibeli. maka kita dapat berbeda dengan memberikan label harga pada setiap barang  sehingga konsumen tidak perlu lagi bertanya jika ingin mengetahui harga barang dari toko kita.
- Jika pada toko lain konsumen tidak dibebaskan untuk memilih barang yang ingin mereka beli, maka toko kita dapat berbeda dengan menerapkan konsep seperti minimarket yang membebaskan konsumen untuk memilih barang yang akan dibelinya.

8. Selalu baca peluang

Selalulah membaca peluang pasar, dan bergerak cepatlah saat Anda mendapatkan peluang pasar, sebagai contoh : mendekati bulan puasa, maka sediakanlah berbagai barang untuk berbuka seperti sirup, kurma dll. misalkan menjelang liburan sekolah atau masuk sekolah, sediakanlah alat-alat tulis dan perlengkapan sekolah. atau jika dilokasi toko kita blm ada orang menjual pulsa telepon dan token listrik, maka sediakanlah jasa penjualan pulsa dan token listrik tersebut. Nah point ini penting bagi toko kita, agar selalu inovasi dan menjadi berbeda dengan toko-toko sejenis yang ada di sekitar kita.

9. Sisihkan laba untuk pengembangan

Seperti pepatah bilang “Hemat pangkal kaya”, saran yang sangat baik sekali jika dalam pengolahan keuangan toko kita, sebaiknya kita selalu menyisihkan sedikit laba yang digunakan untuk pengembangan usaha. caranya cukup mudah sisihkan saja misalkan 1% dari laba toko setiap harinya dan jangan diambil selama 2 – 3 tahun, setelah tahun ketiga kita akan terkejut dengan nilai yang cukup besar dari hasil menyisihkan tersebut dan kita dapat gunakan untuk pengembagan usaha kita.

10. Ciptakanlah sistem

Jika toko kita telah berjalan, sebaiknya ciptakanlah sistem baku tentang procedure operational toko kita, mulai dari pengadaan barang sampai ke cara menjual, sehingga apabila kita tidak ada dan digantikan oleh orang lain, maka pengganti kita mendapat petunjuk yang baku tentang procedure operational pada toko kita dan hal ini akan membuat nyaman pengganti kita dan konsumen, karena procedure operationalnya telah baku.

11. Delegasikan dan Kembangkan

Melanjutkan point di atas, jika toko kita telah ramai pembeli sebaiknya mulailah untuk mempercai orang dan mendelegasikan kegiatan apa yang sering kita lakukan. kemudian fokuslah untuk membuat pengembangan usaha apakah itu membuka usaha dengan jenis baru, atau mengembangkan dengan membuka berbagai cabang.

Demikianlah beberapa tips untuk sukses membuka dan mengelolah toko kelontong, semoga bermanfaat dan dapat membantu kita. semoga kita sukses dalam mengolah bisnis dan usaha yang kita geluti.

 

Apakah Anda seorang yang memiliki usaha toko kelontong, atau seorang yang mengolah toko yang mirip dengan toko kelontong ?… jika Ya, tulisan berikut ini akan sangat bermanfaat untuk Anda. karena dengan kita mengetahui apa saja yang tidak sukai oleh konsumen saat melakukan transaksi pembelian dengan toko kita, maka kita dapat menghindarinya sehingga konsumen akan merasa puas atas pelayanan kita, dan diharapkan akan menjadi pelanggan yang loyal pada toko kita.

Ok, langsung saja kita lihat 13 hal yang kurang disukai konsumen saat berbelanja di toko kita.

1. Timbangan kurang PAS.

Setiap orang tidak suka jika dibohongi, begitu juga konsumen saat melakukan pembelian pada toko kita, jika kita sering mengurangi timbangan dan diketahui oleh konsumen, maka hal ini akan membuat mereka kecewa dan beranggapan toko kita tidak jujur. Nah apabila ini telah terjadi maka sudah dapat dipastikan konsumen akan kapok belanja pada toko kita dan akan beralih ke toko lain. dan lebih parahnya lagi jika konsumen tersebut bicara kepada orang lain, hal ini akan membuat orang lain yang bukan pelanggan kita menjadi enggan /tidak mau belanja pada toko kita.

2. Hindari kata “TIDAK ADA”.

Apabila ada konsumen yang ingin membeli barang tetapi tidak ada ditoko kita, sebaiknya hindarkan kata “TIDAK ADA” karena hal ini akan membuat asumsi bagi konsumen bahwa toko kita tidak lengkap, sebaiknya gunakan kata “BELUM TERSEDIA” atau kata “SEDANG KEHABISAN STOK” (jika memang barang tersebut pernah kita jual di toko kita). kemudian jika memungkinkan kita bisa saja menjanjikan akan mengadakan barang tersebut secepatnya. sehingga konsumen tersebut akan merasa diperhatikan atas kebutuhannya dan jika beruntung ia akan merekomendasikan bahwa toko kita lengkap kepada orang-orang.

3. Toko sering tutup

Apabila kita sering menutup toko, hal ini akan mengakibatkan konsumen yang ingin membeli dan melihat toko kita tutup maka dikemudian hari ia akan enggan untuk datang lagi ke toko kita, ia khawatir jangan-jangan toko kita sedang tutup lagi. oleh karena itu jika kita ingin sering menutup toko sebaiknya dilakukan secara terjadwal, misalkan setiap hari jum’at jam 11:00 s.d 14:00 dan informasi masi ini disampaikan pada konsumen, dapat melalui selembar kertas yang ditempel di depan toko. hal ini akan membuat konsumen merasa nyaman.

4. Jam operational tidak teratur

Hampir sama seperti di atas, hindari untuk melakukan jam operational toko yang tidak teratur, misalkan hari ini kita buka jam 06:00 besok kita buka jam 09:00 dan lusa berbeda lagi. hal ini akan membuat konsumen ragu apakah toko kita sudah buka atau belum. sebaiknya sama seperti di atas, buat informasi tentang jam operational toko kita, misalkan buka jam 06:00 s.d 21:00.

5. Penjaga toko sering tidak ditempat.

Sedikit berbeda dengan hal di atas, jika kita sering tidak ditempat, sering kebelakang atau mengerjakan yang lain selain menjaga toko sehingga konsumen perlu memanggil-manggil kita terlebih dahulu jika ia ingin melakukan pembelian. maka hal seperti ini akan membuat konsumen enggan untuk melakukan pembelian di kemudian hari, karena menganggap toko kita tidak ada pelayannya. akan lebih parah jika konsumen sudah tahu bahwa kita sering tidak ada di tempat dan menjadikan moment tersebut untuk mencuri barang dagangan kita, di saat kita tidak ada.

6. Terlalu lama menunggu.

Menunggu adalah suatu kegiatan yang membosankan, begitu juga konsumen saat melakukan pembelian, tidak peduli apakah toko kita sedang ramai atau kinerja pelayanan kita yang memang lambat. oleh karena itu usahakanlah untuk secepatnya melayani konsumen sehingga mereka merasa kebutuhan mereka segera dilayani dan merasa diperhatikan. Apabila toko kita memang sedang ramai dan tidak mungkin untuk segera melayani konsumen tersebut, setidaknya kita bisa menyapanya terlebih dahulu seperti :

Kita : “Selamat datang ibu, mau belanja apa ?…”

Ibu : “Eeem, mau belanja telur, mie instans, dll”

Kita : “Ok ibu, tunggu sebentar ya saya melayani ibu yang ini terlebih dahulu”

hal seperti ini akan memberikan kesan bahwa kita siap untuk melayani apa yang ia butuhkan.

7. Melayani konsumen yang datang belakangan.

Senada dengan hal di atas, biasakan untuk melayani konsumen yang datangnya duluan, jika Tidak, dapat saja pembeli yang datang duluan tersebut akan pergi dengan kesal karena ia merasa tidak dilayani dan akan kapok membeli pada toko kita. kecuali memang konsumen yang datang duluan tersebut mempersilahkan kita untuk melayani konsumen yang datangnya belakangan.

8. Malas mengucapkan “Terima Kasih”

Sering kali setelah melakukan transaksi penjualan kita diam atau acuh tak acuh terhadap konsumen yang baru membeli tersebut. sebaiknya biasakan untuk mengucapkan terima kasih pada konsumen tersebut, karena sesungguhnya laba/keuntungan yang kita dapat adalah dari pembelian konsumen tersebut. selain itu menjadikan image yang baik dan pelayanan yang ramah terhadap nama toko kita. hampir tidak ada orang yang tidak suka jika menerima ucapan “Terima Kasih”. karena sifat manusia adalah butuh dihargai dan dibutuhkan.

9. Salah menghitung total belanjaan.

Jika kita sering salah melakukan perhitungan total belanjaan, hal ini akan membuat konsumen berfikiran kita kurang pandai berhitung atau memang sengaja agar mendapatkan keuntungan yang lebih (jika ternyata totalnya lebih besar dari total semestinya). oleh karena itu, belajar dan biasakanlah menghitung dengan teliti dan tepat agar tidak membuat konsumen merasa di bohongi.

10. Ketinggalan barang belanjaan.

Senada dengan di atas, biasakanlah untuk memeriksa dan memastikan semua belanjaan konsumen telah di berikan semuanya saat konsumen tersebut beranjak meninggalkan toko, jangan sampai konsumen datang kembali untuk mengambil barang belanjaannya yang tertinggal. selain membuat image toko kita kurang teliti, hal ini akan membuat kesal konsumen karena harus datang dua kali ketoko kita dan memakan waktu dan tenaga.

11. Kembalian dengan Permen.

Hindari kembian dengan permen, karena tidak semua konsumen menyukai hal seperti ini, sebaiknya sediakan uang kecil untuk kembalian kepada konsumen. kecuali memang konsumen yang menghendakinya.

12. Barang dagangan yang kotor.

Sebaiknya diwaktu luang, sering-seringlah untuk membersihkan barang dagangan yang kotor dan berdebu, karena hampir semua orang tidak suka membeli barang yang kotor dan berdebu, terlebih-lebih yang dibeli tersebut adalah jenis makanan, jangan sampai toko kita dianggap sebagai toko yang jorok dan kotor.

13. Barang Kadarluarsa.

Sering-seringlah cek tanggal kadarluarsa dari barang dagangan kita. sama seperti di atas tidak ada orang yang mau membeli barang yang sudah kadarluarsa dan tidak layak untuk dikonsumsi. segera singkirkan dan musnahkan barang kadar luarsa agar tidak dikonsumsi oleh konsumen kita. jika memungkinkan saat terjadi transaksi pembelian kita boleh menginformasikan tanggal kadarluarsa dari barang yang dibeli konsumen kita, hal ini agar membuat mereka merasa tidak di bohongi saat membeli di toko kita.

Demikianlah 13 informasi tentang hal-hal yang tidak disukai konsumen saat membeli barang di toko kelontongan. semoga artikel ini bermanfaat dan membuat kita menjadi pedagang yang jujur dan membuat toko kita menjadi lebih maju dan berkembang. Terima Kasih atas kesedian rekan sekalian untuk membaca artikel ini, ide dasar  tulisan ini penulis dapat dari sebuah blog yang penulis lupa alamatnya.  akan tetapi isi dan beberapa point penulis ubah sesuai pengalaman penulis dalam menjalankan bisnis toko kelontongan. untuk penulis Asli dari tulisan ini penulis minta maaf karena tidak meminta izin terlebih dahulu mengambil ide dasar dari artikel ini.

Selamat Datang

tokosari.wordpress.com merupakan sebuah blog yang memuat informasi dan tulisan-tulisan seputar manajemen dan bisnis khususnya pada toko kelontongan. artikel di dalam blog ini bukan sepenuhnya dari penulis, sebagian ada yang penulis ambil dari beberapa blog lain yang penulis suka dan sesuai dengan topik blog ini.

Tujuan utama penulis membuat blog ini hanya sebagai catatan dan pengingat tentang apa-apa yang penulis anggap penting dalam menjalankan bisnis, hal ini sangat membantu karena sering kali penulis lupa akan suatu tips/artikel yang pernah dibaca di internet sehingga saat mengalami permasalahan yang sama sering cari-cari lagi di internet. selain itu karena blog ini dipublish di internet syukur-syukur bagi pembaca yang menyasar baca artikel yang ada di blog ini.

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.